Selasa, 01 Mei 2018

Basis Utama Kegiatan Filantropi Keluarga Sukanto Tanoto

filantropi sukanto tanoto
Img source: tanotofoundation.org
Peduli terhadap nasib pihak lain selalu ada di dalam "darah" keluarga Sukanto Tanoto. Namun, ada satu hal unik yang membedakan kegiatan filantropi mereka dengan yang lain. Pendiri Royal Golden Eagle (RGE) dan keluarganya itu tidak pernah menakar dukungan dengan uang.

Dikenal sebagai Raja Sumber Daya, Sukanto Tanoto sekarang menduduki posisi sebagai Chairman RGE. Sebagai pengusaha, ia sudah meraih segala-galanya. Sekarang perusahaannya telah berubah menjadi korporasi kelas internasional dengan aset 18 miliar dolar Amerika Serikat dan karyawan mencapai 60 ribu orang.
Akan tetapi, Sukanto Tanoto tidak hanya fokus terhadap bisnis. Sebagai pribadi, ia amat peduli terhadap kondisi pihak lain. Hal itulah yang membuatnya aktif dalam kegiatan filantropi.

Bersama sang istri, Tinah Bingei Tanoto, Sukanto Tanoto akhirnya mendirikan Tanoto Foundation pada 2001. Yayasan sosial ini dijadikannya sarana untuk mewujudkan satu mimpi lainnya, yakni menghapuskan kemiskinan dari Indonesia.

Oleh Sukanto Tanoto, Tanoto Foundation diarahkan untuk fokus ke tiga kegiatan utama. Ia mengarahkannya agar menaruh perhatian terhadap pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup. Sebab, ketiganya diyakini sebagai cara ampuh untuk penghapusan kemiskinan.

Seperti yayasan sosial lain, tentu saja banyak kegiatan yang dilakukan. Dukungan kepada pihak lain dilakukan lewat beragam cara. Namun, ada satu hal yang menjadi basis utama kegiatan filantropi Tanoto Foundation. Mereka tidak pernah menjadikan masyarakat hanya sebagai sosok penerima bantuan belaka, namun berupaya memberikan dukungan supaya bisa mandiri.

Puteri Sukanto Tanoto yang juga menjadi anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto, menyatakan pihaknya tidak pernah menakar dukungan dengan nilai uang. "Saya tidak pernah percaya bahwa dukungan harus diukur dengan dolar. Hal yang penting adalah maksud sesungguhnya di balik tindakan tersebut dan bagaimana dampak yang dihasilkannya," ujarnya.

Belinda Tanoto menambahkan ia tergerak dengan pernyataan Mahatma Gandhi. Dikatakan oleh pria dari India itu bahwa setiap orang sejatinya mampu dan seharusnya bisa membuat perbedaan di dunia. Ini menyemangatinya untuk menjalankan kegiatan filantropi bersama Tanoto Foundation demi mewujudkan kondisi yang lebih baik di mana saja.

Dari sini tergambar karakter khas kegiatan filantropi keluarga Sukanto Tanoto. Dalam memberikan dukungan, mereka selalu berupaya menambahinya dengan aspek-aspek lain yang mendorong kehadiran kemandirian.

Contoh nyata banyak yang bisa diajukan. Sebagai misal aspek pendidikan. Di bidang ini, Tanoto Foundation melakukan banyak kegiatan mulai dari pemberian beasiswa, renovasi sarana pendidikan, hingga peningkatan mutu pengajar.

Namun, dalam kegiatan ini, keluarga Sukanto Tanoto tak hanya sekadar memberikan dukungan. Mereka juga merangsang para penerima bantuan untuk bisa berkembang secara mandiri.

"Di yayasan, kami tidak hanya memberi bantuan finansial serta kemudahan akses ke pendidikan bermutu. Tapi, kami juga mendorong mereka untuk bisa ganti memberi ke pihak lain dan memiliki cinta serta kepedulian terhadap sesama," ucap Belinda Tanoto.

Hal itu dipraktikkan secara nyata oleh para penerima beasiswa Tanoto Foundation yang dikenal sebagai Tanoto Scholar. Mereka biasanya berhimpun dalam asosiasi yang dinamakan Tanoto Scholar Association (TSA) sesuai daerah domisili. Lewat TSA itu, mereka melakukan berbagai kegiatan sosial sesuai kebutuhan daerahnya masing-masing.

Berbagai kegiatan itu diharapkan memupuk kesadaran sosial para penerima beasiswa Tanoto Foundation. Alhasil, pada akhirnya mereka tidak hanya akan menjadi sosok yang mumpuni dalam bidang akademik belaka. Namun, lebih dari itu, Tanoto Scholar juga punya kepedulian untuk ikut berandil berbuat sesuatu untuk masyarakat.
Agar Tanoto Scholar memiliki kemampuan tersebut, Tanoto Foundation membekali mereka dengan beragam keterampilan soft skill. Tanoto Foundation menjalankannya lewat kegiatan yang mereka namai sebagai Tanoto Scholars Gathering.

Di sini para Tanoto Scholar dikumpulkan. Mereka kemudian diajari kemampuan seperti public speaking, leadership, atau kerja sama. Mereka juga diberi inspirasi oleh figur yang sukses dalam satu bidang tertentu.

MASYARAKAT DIAJAK MANDIRI

mengajak masyrakat mandiri
Img source: Tanotofoundation.org
Ciri khas kegiatan filantropi keluarga Sukanto Tanoto tidak hanya terlihat di bidang pendidikan. Upaya untuk membuat penerima dukungan untuk berkembang juga malah semakin kentara dalam kegiatan lain seperti pemberdayaan masyarakat.

Dalam aspek ini, Tanoto Foundation berusaha keras untuk memutus rantai kemiskinan di masyarakat. Mereka melakukan beragam kegiatan untuk membantu keluarga supaya memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan. Selain itu, mereka juga menolong masyarakat untuk mengakses aset produktif, modal awal, dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam meningkatkan mata pencaharian.

Bukan hanya itu, Tanoto Foundation memudahkan pihak yang didukung untuk lebih mudah mengakses pasar. Mereka juga membuka pintu bagi masyarakat agar bisa bekerja sama dengan anak-anak perusahaan RGE. Dari sana penerima bantuan diyakini akan mampu mandiri.

Banyak keberhasilan yang bisa dijadikan contoh. Salah satunya yang digapai oleh Haji Zamhur, seorang warga Pangkalan Kerinci, Riau. Ia kini menjadi seorang pengusaha pallet kayu dengan basis produksi di Pangkalan Kerinci dan Pekanbaru.

Zamhur bisa melakukannya setelah mengikuti Program Pengembangan UKM yang dijalankan oleh Tanoto Foundation bersama dengan salah satu unit bisnis RGE, APRIL Group, pada 2001. Berkat itu, ia mendapat pelatihan dan kesempatan untuk menyuplai pallet untuk APRIL.

Sebelumnya Zamhur hanya menjalankan sebuah usaha kayu kecil-kecilan. Penghasilannya kala itu tak menentu. Namun, setelah mengikuti pelatihan bersama Tanoto Foundation, Zamhur mampu mengubah nasibnya. Paham dengan bisnis, manajemen arus kas, hingga sistem produksi berkualitas membuatnya mampu memperoleh pendapatan antara Rp20 juta hingga Rp28 juta per bulan.

Sekarang Zamhur tidak hanya mampu mandiri. Ia bisa menghidupi keluarganya secara layak. Namun, lebih dari itu, Zamhur juga bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.
Keberhasilan yang digapai Zamhur menjadi bukti bahwa misi filantropi keluarga Sukanto Tanoto berhasil. Sebab, dari semula belum mampu mandiri, penerima dukungan akhirnya bisa mengeluarkan potensi terbaiknya.

Hal ini juga berlaku dalam aspek peningkatan kualitas hidup. Di sini Tanoto Foundation membantu masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap fasilitas dasar seperti air bersih dan sanitasi, layanan publik yang berkualitas terkait kesehatan, dan mendukung kemajuan teknologi yang meningkatkan kualitas hidup.

Kegiatan ini dirasa penting karena ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum merasakan akses ke sejumlah fasilitas dasar. Ini selaras dengan Laporan Laporan Indonesia Millennium Development Goals yang menyebutkan bahwa hanya 56% rumah tangga di daerah pedesaan memiliki akses terhadap air bersih, dibandingkan dengan 81% di daerah perkotaan.

Maka, Tanoto Foundation memberikan bantuan dengan membangun beragam fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengakses sejumlah kebutuhan dasar. Namun, sesudah itu, masyarakat diberi tanggung jawab untuk melakukan perawatan.

Selain itu, Tanoto Foundation juga memberikan penyadaran agar masyarakat memang tahu arti penting sanitasi, kebersihan, dan lain-lain. Dari sana masyarakat pada akhirnya diharapkan memiliki kesadaran sendiri.

Seperti inilah basis utama kegiatan filantropi keluarga Sukanto Tanoto. Mereka memberi dukungan supaya pihak yang didukung mampu mandiri atau memiliki kesadaran sendiri. Pada akhirnya hal itu bakal memberi manfaat besar.